Nurdin Abaikan Seruan Presiden SBY

0

JAKARTA  -  Di mata Nurdin Halid, agaknya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) termasuk oknum yang suka memprovokasi masyarakat. Ini disampaikan Nurdin dalam sebuah wawancara terkait banyaknya kritik sekaligus seruan, agar PSSI tidak menaikkan harga tiket pertandingan final Piala AFF 2010.
Dalam wawancara tersebut, ketua umum PSSI ini memberikan komentar bantahan. Intinya menyebut bahwa harga tiket yang diatur pihak panitia penyelenggara dari PSSI itu masih terhitung wajar.
Menurut Nurdin, sudah menjadi sebuah kelumrahan bila ada perubahan atau kenaikan tarif tiket dalam sebuah turnamen sepak bola. "Mulai dari babak penyisihan, semifinal, sampai final, itu kan wajar saja ada kenaikan (harga tiket). Bukan sesuatu yang salah atau luar biasa," katanya, Rabu (22/12) sore.
Lebih jauh, Nurdin pun menyebut bahwa terkait kenaikan tarif yang “lumrah” dan “tak ada salahnya” itu, pihaknya justru menyayangkan kritik yang datang. Ia bahkan memandang hal itu digerakkan oleh oknum-oknum tertentu, sebagai bentuk dari politisasi persoalan sekaligus juga provokasi kepada masyarakat.
Masalahnya, entah Nurdin Halid lupa atau tidak, kritik sekaligus seruan soal tingginya harga tiket tersebut tidak hanya muncul dari mulut orang-orang biasa. Melainkan, muncul dari Presiden SBY sendiri. Dalam sebuah kesempatan, kemarin pagi, dia ikut menyerukan kepada PSSI untuk tidak menaikkan harga tiket final.
“Saya berharap (kepada) PSSI, dengan semangat kebersamaan, tiket untuk rakyat tolong diatur jangan sampai terlalu tinggi, sehingga di luar jangkauan sebagian rakyat kita. Jangan kejar keuntungan semata," ungkap SBY kepada wartawan, di sela acara Peringatan Hari Ibu. (ito/jpnn/Kaltim Post)

0 komentar:

Posting Komentar

Visitor

Followers

My BLoglist