Andalkan Rendra-Iwan
MALANG -Setelah berbulan-bulan berjalan tanpa ada Pembina Yayasan yang memilki legal formal, Pengurus Yayasan Arema akan segera memiliki Pembina Yayasan. Itu berdasarkan hasil rapat gabungan antara Pengawas Yayasan dan Pengurus Yayasan Arema, Minggu (29/5) sore. Rapat yang dihadiri oleh Bambang Winarno selaku Pengawas Yayasan, Muhammad Nur sebagai Ketua Yayasan serta Rendra Kresna yang masih sebagai Bendahara Yayasan itu menetapkan dua orang bakal menjadi Pembina Yayasan Arema, yaitu Rendra Kresna dan Iwan Kurniawan.
Iwan adalah pengusaha asal Malang yang selama ini cukup peduli pada tim Arema. ’’Kemarin sore memang ada rapat gabungan. Fokus pembicaraannya adalah untuk menetapkan Pembina Yayasan Arema, dan ditetapkan Pembina Yayasan Arema adalah saya dan Pak Iwan,’’ ungkap Rendra kepada Malang Post, kemarin sore.
’’Ya, itu sementara dulu untuk mengisi kekosongan Pembina Yayasan Arema selama ini. Nanti jika memang diperlukan akan ada rapat lagi dan kemungkinan bisa berubah ada ada tambahan. Yang penting sekarang ini posisi yang kosong terisi lebih dulu,’’ sambung pria yang juga Presiden klub Arema ini.
Kemungkinan adanya perubahan Pembina Yayasan jika investor baru untuk Arema nanti memang menghendaki perubahan. Khususnya jika investor baru tersebut mampu memikili mayoritas saham Arema, ada peluang untuk masuk sebagai Pembina Yayasan Arema jika menghendaki.
Perihal adanya rapat gabungan ini adalah hasil inisiatif dari Pengawas Yayasan Arema yang punya wewenang untuk itu. Menyusul Arema tak lagi punya Pembina Yayasan sejak Darjoto Setiawan mundur dari posisi tersebut pada bulan September 2009 lalu, sehingga Pengawas Yayasan yang menggelar rapat ini.
’’Pertemuan kemarin (Minggu malam, Red.) adalah inisiatif saya. Untuk bertemu dengan pengurus, dan menghasilan rapat yang namanya rapat gabungan, antara Pengawas Yaysan dan Pengurus Yayasan,’’ ungkap Bambang Winarno memastikan rapat itu sudah sah sesuai pasal 33 Anggaran Dasar Yayasan Arema dan pasal 28 UU Yayasan.
Untuk posisi Rendra yang beberapa waktu lalu sempat menyatakan mundur dari posisi Bendahara Yayasan, namun hingga kemarin statusnya masih belum berubah. Artinya, secara sepakat bulat, rapat gabungan ini sudah sah dengan keputusan paling penting adalah memilih Rendra dan Iwan sebagai Pembina Yayasan.
’’Pembina Yayasan ini sebagai kunci. Selanjutnya langkah-langkah kedepan akan disusun oleh Pembina Yayasan, khususnya dalam kondisi darurat seperti saat ini, tapi dalam kondisi normal, pengurus yang akan melaksankannya. Kita sepakat bulat, Pak Rendra sebagai Pembina Yayasan,’’ jelas Bambang.
Dosen Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang juga Konsultan Hukum ini mengakui tidak mudah untuk bisa menggelar rapat gabungan tersebut. Khususnya dengan kesibukan M. Nur selama ini, sulit untuk mempertemukan Pengurus dan Pengawasan Yayasan ini.
Menurutnya dari rapat gabungan ini juga menghasilkan adanya perubahan AD (Anggaran Dasar) dan ART (Anggaran Rumah Tangga) dari Yayasan Arema. Termasuk adanya perubahan akte notaris untuk posisi Pembina Yayasan Arema itu. Rencananya dalam dua minggu ini, akan diselesaikan legal formal untuk duet Rendra-Iwan.
Sedangkan untuk posisi pengurus yang lain, seperti Sekretaris dan Bendahara Yayasan akan disusun berikutnya setelah Pembina Yayasan resmi secara hukum. Termasuk Direksi PT Arema Indonesia akan dilengkapi setelah ada kejelasan struktur pengurus Yayasan Arema.
’’Untuk posisi yang lain, seperti sekretaris dan bendahara, kita lakukan secara bertahap. Ya dalam tempo secepat-cepatnya dalam waktu dua minggu ini, karena untuk saat ini yang darurat adalah soal gaji, dan mungkin dalam minggu ini, karena selama ini yang dikeluhkan adalah soal gaji,’’ pungkas Bambang Winarno yang dipastikan masih tetap sebagai pengawas Yayasan Arema.(bua)

0 komentar:
Posting Komentar